Kamis, 09 Maret 2017
Rabu, 08 Februari 2017
CERITANYA DIA (2) - KARENA SETIAP DOA ITU SELALU BAIK
Sebab dia mulai mengerti ... untuk memiliki seseorang
di hati itu butuh sabar.
Karena doa itu kan dikabulkan, jika
sabar.
Sang pencipta mengerti untuk setiap
hambanya, dengan siapa akan dipasangkan.
Karena sang pencipta tidak akan
mengingkari akan setiap doa’’ yang selalu dipanjatkan hambanya.
Dia sudah mengerti untuk menunggu
yang terbaik tu perlu ikhlas dan tetap ikhtiar dalam doa.
Kadang doa itu seperti kotak kado.
Kau akan mendapat kejutan yang
kadang tak terduga.
Setiap doa itu selalu baik.
Adil bagi hamba yang mencintai
penciptanya.
Dia mulai mengerti ...
Tentang keajaiban doa
Dia mulai merasakan bahwa dia pun
sangat dicintai oleh penciptanya.
Setiap suka duka hidup adalah cara
penciptanya mencintainya.
Dan dia mendapatkan keajaiban doa
itu
Jumat, 13 Januari 2017
5 GENERASI
Jadi
desember tahun lalu, aku dapat perkuliahan yang membahas tentang tahapan
generasi di Indonesia. Jadi, generasi di Indonesia itu terbagi menjadi 5 generasi sejak munculnya Teori
Generasi / Generation Theory. Dan terbagi dengan istilah generasi X, Y , dan Z.
Sejak munculnya Teori Generasi
(Generation Theory), kita diperkenalkan istilah generasi X, Y, dan Z.
Segala sesuatu terutama yang berhubungan dengan pekerjaan sering dikaitkan
dengan ciri-ciri dari generasi-generasi tersebut. Hal itu diungkapkan tiada
lain untuk mencari jalan tengah agar antar generasi tersebut dapat saling
memahami dan mengerti. Selain itu, kita juga menjadi tahu bahwa generasi
manakah yang mendominasi di abad ini.
1. Baby
Boomer (lahir tahun 1946 – 1964)
Generasi
yang lahir setelah Perang Dunia II ini memiliki banyak saudara, akibat dari
banyaknya pasangan yang berani untuk mempunyai banyak keturunan. Generasi yang
adaptif, mudah menerima dan menyesuaikan diri. Dianggap sebagai orang lama yang
mempunyai pengalaman hidup.
2. Generasi X (lahir tahun 1965-1980)
Tahun-tahun
ketika generasi ini lahir merupakan awal dari penggunaan PC (personal
computer), video games, tv kabel, dan internet. Penyimpanan data nya pun
menggunakan floopy disk atau disket. MTV dan video games sangat digemari masa
ini. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Jane Deverson, sebagian dari
generasi ini memiliki tingkah laku negatif seperti tidak hormat pada orang tua,
mulai mengenal musik punk, dan mencoba menggunakan ganja.
3. Generasi Y (lahir tahun 1981-1994)
Dikenal
dengan sebutan generasi millenial atau milenium. Ungkapan generasi Y mulai
dipakai pada editorial koran besar Amerika Serikat pada Agustus 1993. Generasi
ini banyak menggunakan teknologi komunikasi instan seperti email, SMS, instan
messaging dan media sosial seperti facebook dan twitter. Mereka juga suka main
game online.
4. Generasi Z (lahir tahun 1995-2010)
Disebut
juga iGeneration, generasi net atau generasi internet. Mereka memiliki kesamaan
dengan generasi Y, tapi mereka mampu mengaplikasikan semua kegiatan dalam satu
waktu seperti nge-tweet menggunakan ponsel, browsing dengan PC, dan
mendengarkan musik menggunakan headset. Apapun yang dilakukan kebanyakan
berhubungan dengan dunia maya.
Sejak kecil mereka sudah mengenal teknologi dan akrab dengan gadget canggih yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap kepribadian mereka.
Sejak kecil mereka sudah mengenal teknologi dan akrab dengan gadget canggih yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap kepribadian mereka.
5. Generasi Alpha (lahir tahun 2011-2025)
Generasi
yang lahir sesudah generasi Z, lahir dari generasi X akhir dan Y. Generasi yang
sangat terdidik karena masuk sekolah lebih awal dan banyak belajar, rata-rata
memiliki orang tua yang kaya dengan sedikit
Melihat
dari banyaknya pimpinan baik itu negara maupun perusahaan, generasi X masih
mendominasi. Sementara itu generasi Y masih menggeliat, mencari kemapanan dalam
bidang pekerjaan maupun pribadi, tidak dipungkiri beberapa sudah menjadi
pimpinan sebuah perusahaan sejak usia muda. Generasi Z yang merupakan keturunan
dari generasi X dan Y, sekarang ini merupakan anak-anak muda yanag rata-rata
masih mencari jati diri, beberapa di antaranya sudah mempunyai penghasilan
sendiri yang cukup besar terutama dari bidang seni.
Nah yang menarik aku bahas adalah generasi Y, dimana aku generasi anak
90an. Dari penjelasan diatas aku pikir generasi kita emang udah deket banget
sama yang namanya teknologi. Apalagi anak generasi 2000an. Sosial media udah
bukan hal yang asing dikalangan anak muda. But, salah satu negatifnya dari
perkembangan teknologi sekarang, orang-orang mulai asik dengan individualnya
masing-masing. Sehingga apatis terhadap lingkungan sekitar. Dan yang paling aku
kangenin dari generasi 90an adalah permainan tradisional yang biasa dimainin
saat pulang atau liburan sekolah.
Kebanyakan anak-anak jaman sekarang udah banyak yang
memakai gadget hanya untuk main game. Dan cenderung
kurang dalam berkomunikasi secara verbal, cenderung egosentris dan
individualis, cenderung ingin serba instan, tidak sabaran, dan tidak menghargai
proses. Itu sih yang kadang aku rasain juga sebagai generasi Y.
Maka dari itu, semakin banyaknya persaingan di masyarakat kita harus mampu memposisikan sebagai generasi yang mampu memberikan hal yang positif terhadap lingkungan.
Maka dari itu, semakin banyaknya persaingan di masyarakat kita harus mampu memposisikan sebagai generasi yang mampu memberikan hal yang positif terhadap lingkungan.
Oke sekian dulu
(yuk ngopi)
Minggu, 08 Januari 2017
CERITANYA DIA - DALAM DOA
Saat 1/3
malam
Dia berdoa
...
Kapan datangya,
dipertemukan, dipersatukan ...
Topik utamanya
tetap sama, dia tak mau sebutkan
Yaa dia
sih tetap keukeh yaah, usaha gitu ...
Gapapa,
entar kalo gak sesuai dah ikhlas (harus setrong kan udah ikhtiar toh)
Yaudah senyumin,
Allah masih
menyimpan yang istimewa untuk dia
Sabtu, 31 Desember 2016
MELAWAN MALAS
Pernah gak sih kita merasa malas
ngerjain sesuatu ? menunda pekerjaan yang ada karena kita masih ingin melakukan
hal lain yang sebenarnya gak penting-penting banget sih dari pada deadline kita
sendiri ?. I think, semua orang pasti pernah ngerasain hal itu. Itu juga sih
yang sering aku alamin, nunda-nuda pekerjaan buat malas-malasan haha, but aku
juga gak pingin rasa malas itu menjadi sebuah kebiasan. (that’s annoying me to
much, sumpah). jadi hal yang sering aku lakuin saat merasa malas itu dengan
memotivasi diri sendiri, “inget orang tua ly, biaya kuliah mahal. Setidaknya
nilai IP bagus bisa buat bangga orang tua”.
Ada semangat dari diri kita sendiri itu
poin penting buat kita lawan rasa malas kita. (apalagi dapet semangat dari doi
wkwk). Yah setidaknya orang-orang terdekat itu bisa kasih support. Yang paling
utama itu orang tua. Faktor lingkungan itu juga ngaruh banget ke kebiasaan
kalian. Lebih pinter-pinter aja milih teman yang mau diajak maju (berpikir
kedepan) alias sama-sama mau berjuang demi masa depan.
Pada sebuah kesempatan, Syaikh Masyhur
Hasan Salman hafizhahullah ditanya, “Ada seorang pemuda, ia mampu
bekerja tapi enggan bekerja. Apa pendapat anda?”
Beliau menjawab:
Pendapatku sama dengan pendapat Ibnu
Mas’ud radhiallahu ‘anhu,
أرى الشاب فيعجبني فأسأل عن عمله فيقولون لا يعمل
فيسقط من عيني
“Aku melihat seorang pemuda, ia membuatku
kagum. Lalu aku bertanya kepada orang-orang mengenai pekerjaannya. Mereka
mengatakan bahwa ia tidak bekerja. Seketika itu pemuda tersebut jatuh
martabatnya di mataku”
Masa muda gak akan keulang dua kali, jadi setidaknya lebih mau berusaha buat
sukses. Gak ada untungnya juga kalo terus ikutin rasa malas kita buat
lakuin hal yang gak penting. Takuti diri kalian dengan hal-hal yang
bakal terjadi jika kalian mengikuti rasa malas kalian, dampaknya tujuan
kalian tidak berhasil/tercapai.Yang pasti jika tujuan kalian tercapai pun,
jangan terlalu jahat pada diri sendiri. Hadiahi diri kalian dengan
sesuatu yang memupuk motivasi untuk mencapai tujuan selanjutnya. So,
mulai sekarang ubah pola pikir kita buat lebih giat lagi dalam melakukan
hal-hal yang positif, selagi masih muda dan mampu melakukannya.
HAPPY NEW YEAR 2017 EVERYONE :)
Sabtu, 24 Desember 2016
KRISIS TOLERANSI
Oke, akhir-akhir
ini banyak sekali berita yang negatif
yang muncul bukan hanya di internet. Tapi di sosial media seperti instagram,
facebook, twitter maupun berita media yang udah meprovokasi sebagian pihak. Oke
salah satuanya adalah tentang toleransi. Ada salah satu postingan di instagram
yang aku lihat baru-baru ini, dimana ada sebuah postingan video yang
menampilkan kaloborasi musik antara pemuda muslim dan pemuda kristen di ambon
yang membawakan lagu sholawat badar di daerah Ambon, Maluku yang menjadi viral.
Menurutku sih
fine'' aja gak ada yang salah dari apa yang mereka lakukan. Kaloborasi yang
mereka lakukan bisa membuat orang yang melihat bahwa toleransi itu indah dengan
menerima perbedaan tanpa memandang apa agama kalian selagi kalian bisa melakukan
hal yang positif dan tak memprovokasi pihak manapun. Tapi banyak komentar di
video itu yang ujung-ujungnya debat soal agama.
Hal ini bukan
hanya terjadi di Indonesia, tapi hampir seluruh dunia bahwa krisis toleransi itu
masih sangat besar. Bukan soal agama aja, tapi ras, suku, golongan itu masih
menjadi perdebatan.
Banyak hal yang
harus dipelajari jika kita dapat menghargai sebuah perbedaan. Yang sebagaimana
telah disampaikan pada ayat Al-Qur’an :
Surat Al-Baqarah
256
لا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Artinya: “Tidak ada paksaan untuk memasuki agama Islam Sesungguhnya telah
jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang
ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah
berpegang kepada tali yang amat Kuat (Islam) yang tidak akan putus. dan Allah
Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Ayat ini
berkenaan dengan Hushain dari golongan Anshar, suku Bani Salim bin ‘Auf yang
mempunyai dua orang anak yang beragama Nasrani, sedang ia sendiri seorang
Muslim. Ia bertanya kepada Nabi Saw: “Bolehkah saya paksa kedua anak itu,
karena mereka tidak taat kepadaku, dan tetap ingin beragama Nasrani?.” Allah
menjelaskan jawabannya dengan ayat tersebut bahwa tidak ada paksaan dalam slam.
Kesimpulan
1.
Tidak dibenarkan adanya
paksaan. Kewajiban kita hanyalah menyampaikan agama Allah kepada manusia dengan
cara yang baik dan penuh kebijaksanaan serta dengan nasihat-nasihat yang wajar
sehingga mereka masuk agama Islam dengan kesadaran dan kemauan mereka sendiri.
2.
Apabila kita sudah menyampaikan
kepada mereka dengan cara yang demikian tetapi mereka tidak juga mau beriman
itu bukanlah urusan kita melainkan urusan Allah swt..
3.
Telah jelas perbedaan antara
kebenaran dan kebatilan. Maka barangsiapa yang mengikuti kebenaran, atasnya
kebaikan. Namun jika mengikuti hawa nafsunya, maka atasnya penyesalan di
kemudian hari.
Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT
Langganan:
Postingan (Atom)